Harga Beberapa Kebutuhan Pokok Naik, Warga Bombana Duga Efek Corona
21 March, 2020
Add Comment
![]() |
| Pasar sentral Tadoha Mappacing |
Pantauan media, Sabtu (21/3), kebutuhan pokok yang naik yakni gula pasir sebelumnya dijual di harga Rp 15 ribu per Kg, sekarang naik hingga Rp 20 ribu.
Kebutuhan lainnya yang ikut naik yakni beras. Dimana harga awal Rp 8 ribu per liter, mulai merangkak naik hingga dikisaran Rp 9 ribu - Rp 10 ribu per liter itupun tergantung kualitas berasnya.
Sedangkan bahan pokok lainnya seperti, terigu, minyak goreng, telur, bawang putih dan merah masih dikisaran harga normal.
Wargapun mulai cemas dengan naiknya beberapa kebutuhan pokok tersebut, ditambah bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Niar (30) sala satu warga Kelurahan Doule mengatakan, sudah dua minggu harga gula dan beras naik semenjak maraknya isu corona tersebut.
"Semenjak ada isu corona, tiga minggu lalu harga beras dan gula masih normal ji, tapi sekarang sudah naik, takutnya yang lain juga ikut naik seperti terigu, telur dan minyak goreng apalagi ini mendekati bulan ramdhan,"tuturnya.
Saat ditemui awak media, Hamzah (30) salah satu penjual di pasar sentral Tadoha Mappacing Rumbia tengah membenarkan kenaikan harga sembako tersenut.
Dikatakannya, kenaikan harga terjadi sejak dua minggu lalu. Bahan pokok yang mengalami kenaikan yakni Gula dan Beras. Sedangkan kebutuhan pokok lainnya masih dijual dengan harga normal.
"Selain gula pasir, beras, dan Jahe juga ikut naik, yang lain masih normal,"ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop, Hajar Aswad menjelaskan, naiknya harga gula dan beras diakibatkan karena kurangnya stok pasokan untuk wilayah Sulawesi tenggara.
"Kalau gula memang kurang stoknya, naiknya bukan hanya di Bombana saja, tapi seluruh wilayah Sulawesi Tenggara,"ungkapnya.
Lanjut ia sampaiakan, hingga hari ini pihaknya turun langsung memantau harga sembako dipasaran bahkan semenjak maraknya isu corona.
Bahkan kata dia, Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan operasi penertiban pasar guna menekan naiknya harga beberapa jenis kebutuhan pokok tersebut.
"Kami punya tim namanya Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), kami tiap minggu selalu turun pantau harga di pasaran, dalam waktu dengan ini juga, kami akan lakukan operasi pasar dan akan membuka pasar murah."pungkasnya

0 Response to "Harga Beberapa Kebutuhan Pokok Naik, Warga Bombana Duga Efek Corona"
Post a Comment