Kisah Zulkifli, Pengidap Penyakit Kelainan Jantung dan Buta di Bombana
08 February, 2019
Zulkifli putra dari Dahlan dan Fitriani.foto:red/Kp
Kabaenapos.com® Bombana | Orang tua mana yang meminta anaknya sakit?, Tutur Dahlan (55) ayah dari Zulkifli yang mengidap penyakit kelainan jantung di desa wapattang kecamatan Poleang selatan kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.
Saat di hubungi red.Kp, lewat telepon seluler, Ayah selaku buruh harian menyapa dengan nada sedih, sambil menceritakan soal anaknya Zulkifli, terdengar lagi berkumpul dengan ketiga anaknya berdampingan dengan Fitriani (32) tahun ibu dari Zulkifli.
"Beginilah kondisinya anak saya. sejak lahir tidak begini, Nanti di umur lima bulan baru mulai manas hingga kejang kejan disertai rewel, dia anak ketiga (bungsu) dari dua orang saudaranya, mana sudah tidak bisa melihat, hanya suara rintihan yang sellu terdengar darinya. kami bingung penyakit apa yang kena anak kami ini,"Kisahnya kepada wartawan Red/Kp. Kamis, 07/02/2019.
Zulkifli lahir pada hari Selasa tanggal 08 bulan 07 tahun 2015. sejak lahir ia terlihat sehat tidak pernah menunjukan ada gejala apapun. hanya rewel di saat habis buang air kecil.
Dahlan di dampingi sang istri Fitriani, tersayang, mengaku sudah melakukan pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat dengan harapan si buah hati kembali sehat. Namun, apa yang di harapkan olehnya, ternyata tak berhasil. Besar keinginan untuk bisa membawa ke rumah sakit, Namun karna kondisi ekonominya sehingga itu tidak dilakukan.
"Kami coba bawah di salah satu Klinik di Bopinang tapi sampai disana begitu juga tidak ada perubahan, petugas disana (Klinik) tidak kasi tahu. penyakit apa yang serang anak saya. sempat pegawai puskesmas sampaikan ke kami, kalau Zulkifli di bawa di Rumah Sakit, dan saya menolaknya. karna saya tidak punya uang untuk membayar pengobatan di Rumah Sakit,"kata Dahlan sang ayah Zulkifli.
Secara terpisah Red.Kp mengkomfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bombana, Dr. Sunandar. mengatakan bahwa pihanya lewat Pukesmas Poleang selatan telah menyampaikan kepada keluarga bersangkutan terkait kondisi Zulkifli yang semakin memprihatin untuk di bawa ke Rumah sakit. namun pihak keluarga melum lakukan itu.
"Benar, anak atas nama Zulkifli (4) tahun, sejak lahir sudah di duga ada kel jantung bawaan.
Hal inilah yg membuat pertumbuhan terganggu, di samping itu karna kondisi ekonomi yang tidak mampu serta pola asuh anak yg tidak sesuai dengan persaratan medis.
Lanjut Sunandar "Sejak dari 3 tahun lalu sudah di anjurkan dari puskesmas untuk di Rujuk, tapi keluarga menolak, Sehingga kondisinya semakin drop.
Sudah 3 tahun juga tetap di pantau oleh Nakes dari puskesmas dan secara teratur di beri program Makanan tambahan, berupa susu dan biskuit dari puskesmas poleang selatan.
Hanya memang harusnya ditangani olh dr spesialis anak. Jd butuh pendekatan multi sektor...wass,"Tutupnya.
Penulis: Adm Kabaena Pos
