Ibu Bayangkara Ranting Poltim Sambangi Balita yang Diduga Alami Gizi Buruk - KABAENAPOS

Ibu Bayangkara Ranting Poltim Sambangi Balita yang Diduga Alami Gizi Buruk

Kunjungan ibu bayangkara rating poleang timur di rumah orang tua balita Zulkifli. Kamis 07-02-2019 didampingi oleh Kapolsek Poltim AKBP Swis Mail.K. Foto: Fitra

Kabaenapos.com® Polsel | Ibu bayangkara ranting poleang timur melakukan kunjungan di rumah bapak Dahlan (55) dan Fitriani (32)  orang tua balita Zulkifli (4) tahun yang diduga mengalami penyakit gizi buruk, tepatnya di desa Waiputtang kecamatan Poleang selatan(Polsel) kabupaten Bombana, Kamis 07 Februari 2019.

Saat tim Ibu bayangkara sampai di kediaman Dahlan dan Fitriani, melihat balita Zulkifli (4) tahun begitu terlihat lemas dan hanya bisa di gendong oleh sang ibunya.

Kapolsek Poleang timur IPDA Swis Mail.K mengatakan kunjungan Ibu bayangkara ranting poltim sekaligus memberikan benerapa uluran tangan dan melakukan kordinasi dengan pihak puskesmas setempat, untuk bisa di lakukan rujukan terhadap Zulkifli ke Rumah Sakit Daerah Bombana.

"Supaya Anak dari keluargga ini, bisa mendapatkan surat rujukan dari puskesmas duna perawatan yang lebih baik di RSUD Bombana,

Ibu perwira ranting poltim juga, sempat memberikan bantuan berupa 2 karung beras, susu formula, minyak goreng, pempers, mi instan. Tambahnya.

Terpisah, Terkait rujukan Zulkifli telah diterima oleh Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD)  Bombana, Drg. Irwanto dari Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Bombana.

"Info terbaru hari ini pihak puskesmas, kecamatan n polsek setempat sdh mendatangi keluarga pasien spy bs scptnya d lakukan perawatan intensive, yaitu d rujuk k rsud,"tulis Drg. Irwanto lewat pesan Whasapnya.

Sementara kondisi pasien sebelumnya di akui oleh Drg Irwanto
pihak puskesmas telah memganjurkan keluarga tersebut untuk segera dailakukan penanganan lebih insetiv.

Wss.. informasi yg kami dapat dari dinas kesehatan, bahwa asien memang lahir sudah ada kelainan jantung, n sdh di sarankan untuk berobat ke RS, untuk penanganan lbh lanjut. Namun pihak keluarga menolak.

meskipun demikian kata dia, "Pihak puskesmas tetap mengontrol pasien degan pemberian susu dll. untuk menunjang kesehatannya, namun itu tidak cukup karna memang harus di tangani oleh dokter spesialis.Lanjutnya.

Penulis: Nizhoel
Editor: Adm Kabaena Pos 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Hubungi Kami Via WA