Kebun Milik Warga Pongkalaero Nyaris Amblas, PT. TBS Diminta Bertanggung Jawab
28 August, 2019
Add Comment
KabaenaPos.com - Kebun milik warga Kabaena letaknya di Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), rusak bahkan longsor akibat aktifitas penambangan PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS).
Tampak tanah yang ada dilokasi kebun milik warga Pongkalaero tersebut retak/terbelah dan nyaris longsor dengan diameter hingga 1 meter. Bahkan mirisnya, ada beberapa pohon jambu mete miliknya tumbang akibat retaknya lahan tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu, Umi Kalsum Pemilik Lahan mengatakan, kebun jambu yang luasnya kurang lebih satu hektare itu sudah lama dikelola oleh keluarganya. Setiap tahunnya kebun ini selalu menghasilkan bahkan menjadi andalan untuk penyokong kehidupan keluarga.
“Sebelum hadirnya tambang di pongkalaero, lahan kami nda pernah mengalami hal semacam itu, tiap tahun panen melimpah, setelah hadirnya tambang, buahnya sudah mulai berkurang, bahkan tanahnya retak, longsor dan sebagian pohon tumbang,”Keluhnya.
Lanjut ia sampaikan, Kondisi lahannya, sudah beberapa kali ia keluhkan ke pihak perusahaan. Namun, Setelah di cek oleh warga dan pihak perusahaan, bahkan perusahaan tambangpun sempat bersepakat adanya ganti rugi atas kerusakan lahan kebun jambi milik Umi Kalsum tersebut.
"Sudah lima kali perusahaan adakan pertemuan, tapi tidak ada hasilnya. Bahkan, pihak perusahaan malah berikan tawaran yang tidak sebanding dengan kerusakkan kebun saya,"tuturnya.
Umi juga mengaku, jika pihak perusahaan tetap memberikan tawaran yang tidak sebanding. Ia tidak akan melepas lahannya ke perusahaan tambang meski kondisinya telah longsor.
“Tuntutan kami khususnya warga yang juga terkena imbasnya, agar PT TBS membayar ganti rugi atau ganti untung atas kerusakan lahan kebun milik kami.”pungkasnya.
Saat awak media berusaha konfirmasi terkait persoalan tersebut, hingga berita ini diturunkan belum bisa terhubung.

0 Response to "Kebun Milik Warga Pongkalaero Nyaris Amblas, PT. TBS Diminta Bertanggung Jawab"
Post a Comment