Rosmiati Menyulap SDN 08 Kasipute Jadi Sekolah Favorit.
23 October, 2018
Add Comment
![]() |
| Kepala Sekolah SDN 08 Kasipute Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana |
Kondisi memprihatinkan tersebut sempat dirasakan oleh SDN 08 Kasipute, kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara . Namun siapa sangka, di tangan seorang kepala sekolah, dalam waktu satu tahun sekolah tersebut kini bertransformasi menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Prestasi peserta didiknya pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
![]() |
| Suasana SDN 08 kasipute 2012 |
"Keadaan awal saat saya menjabat sebagai kepala sekolah di sini itu guru dan siswa tidak disiplin. Pukul 06.30 WIB belum ada satu guru pun yang datang. Baik guru dan siswa baru datang jam 07.30 WITA. Padahal, normalnya kelas dimulai pukul 07.00 WITA," ujar Ros ditemui Kabaena pos di ruang kerjanya Selasa 23 oktober 2018.
![]() |
| Setelah Rosmiati jadi Kepala Sekolah SDN 08 sejak thn 2013 hingga sekarang |
"Lebih banyak dukanya. Tetapi alhamdulillah, dengan usaha bersama guru dan masyarakat sekitar, akhir-akhir ini perubahan mulai terlihat. Sekarang sekolah kami menjadi benyak diminati dan anak-anak juga merasa nyaman belajar di sana," ucapnya.
Rosmiati merupakan seorang kepala sekolah dari SDN Lameroro kabupaten Bombana. Artinya, sebelumnya dia telah berpengalaman untuk menggagas sebuah sekolah hingga dinyatakan layak menjadi kepala sekolah yang disiplin.
"Saya dapat tugas untug menjadi kepala sekolah disini dengan Motivasi saya yaitu ingin mengubah pendidikan di suatu sekolah. Saya merasa kasihan kepada anak-anak yang selama ini belajar dengan pola DDCT alias duduk, dengar, catat, tugas. Saya kemudian ikut seleksi sampai akhirnya lolos," terangnya.
Selain pola pembelajaran yang monoton, kata Ros, kala itu anak-anak di sekolah tersebut juga banyak yang nakal. Untungnya, dia punya strategi sendiri dalam menanganinya. Alih-alih memberikan sanksi tegas, Ros lebih memilih melakukan pendekatan secara psikis.
"Berbicara kepada anak-anak apa yang mereka inginkan, juga dengan orangtuanya. Mendidik anak usia SD tentu tidak mudah, penanganannya berbeda setiap kelas. Kelas I misalnya, harus didampingi oleh guru yang telaten dan sabar. Kelas pertengahan seperti III dan IV karena masa transisi harus diajarkan lebih mandiri. Sedangkan kelas VI di didik supaya disiplin pembelajaran dan kehadiran karena mendekati kelulusan," tuturnya.
Berapa kebiasaan rutin siswa, lanjut dia, adalah membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Hal tersebut kemudian menumbuhkan minat baca di kalangan siswa, sehingga mereka lebih suka membeli buku ketimbang mainan. Sedangkan pola belajar aktif mampu membuat para siswa berani berpendapat dan menanggapi sesuatu materi yang diterangkan guru.
Berkat kegigihan seorang kepala sekolah, kini SD yang terletak daerah langanan banjir di musim penghujan itu berhasil menjadi sekolah rujukan dan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, bahkan Provinsi sulawesi tenggara Tak hanya itu, para siswa SDN 08 Kasipute juga mulai menunjukkan taringnya dengan beragam prestasi.(a)
Penulis : Sheila




0 Response to "Rosmiati Menyulap SDN 08 Kasipute Jadi Sekolah Favorit. "
Post a Comment